Kamis, 02 Agustus 2012

Ini Tanggapan Menag Soal Isu SARA Rhoma Irama

Jakarta Rhoma Irama disebut melakukan kampanye SARA dengan mengimbau warga memilih pemimpin yang seiman. Menteri Agama Suryadharma Ali menyebut pernyataan Rhoma Irama hanya berupa imbauan dan bukan SARA.

"Itu bukan SARA. Itu hanya imbauan yang kita hormati," kata Suryadharma di kantor PPP, jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2012).


Informasi yang didapatkan detikcom sebelumnya, Panwaslu memiliki video rekaman yang menunjukkan seorang publik figur melontarkan isu SARA di hadapan khalayak. Pelaku SARA disinyalir berinisal RI atau Rhoma Irama yang juga pendukung salah satu cagub.

Isu SARA merebak luas sejak keluarnya hasil penghitungan pilgub DKI Jakarta yang meloloskan dua pasangan calon yaitu Jokowi-Ahok dan Foke-Nara. Bahkan Panwaslu DKI Jakarta memiliki bukti rekaman terkait isu SARA dalam pilgub DKI Jakarta. Pihak Panwaslu berencana memanggil terduga pelaku SARA pada Jumat (3/8) besok, untuk dimintai klarifikasi.

Jaringan Pemantau Pemilih untuk Rakyat (JPPR) sebelumnya menyebut setidaknya menemukan 10 isu SARA yang menyerang pasangan Foke dan Jokowi. Koordinator Nasional JPPR Yus Fitriadi, menyatakan pihaknya sudah melihat potensi SARA ini sejak awal, sebelum putaran kedua pilgub dimulai.

"Kita tidak tahu yang melakukan kandidat yang mana, tetapi kami akan antisipasi isu SARA ini memasuki putaran kedua pilgub DKI," ucap Yus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PERLU UNTUK DI BUKA