JAKARTA, KOMPAS.com - Kebutuhan pemerintah tentang hasil pemetaan guru lewat uji kompetensi guru (UKG) justru menunjukkan kegagalan fungsi evaluasi guru yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal, dalam struktur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah terdapat perangkat untuk mengevaluasi guru, yang salah satunya melalui sistem pengawas sekolah.
"Bukankah sekolah ada pengawas yang seharusnya dapat memberikan laporan dan data yang lebih komprehensif setiap guru yang diawasinya? UKG jadi lebih identik dengan testing pengetahuan. Hasilnya hanya akan menggambarkan tingkat pengetahuan guru yang masih perlu dipertanyakan apakah akan dapat digunakan sebagai alat untuk peningkatan kualitas guru," kata Dhitta Puti Sarasvati, Direktur Riset & Pengembangan Program Ikatan Guru Indonesia di Jakarta, Selasa (31/7/2012).
"Bukankah sekolah ada pengawas yang seharusnya dapat memberikan laporan dan data yang lebih komprehensif setiap guru yang diawasinya? UKG jadi lebih identik dengan testing pengetahuan. Hasilnya hanya akan menggambarkan tingkat pengetahuan guru yang masih perlu dipertanyakan apakah akan dapat digunakan sebagai alat untuk peningkatan kualitas guru," kata Dhitta Puti Sarasvati, Direktur Riset & Pengembangan Program Ikatan Guru Indonesia di Jakarta, Selasa (31/7/2012).